Mungkin aku bisa mengawalinya dengan satu verba: melihat. Rasa-rasanya itulah aktivitas pertama untuk mencipta atau mencipta ulang. Melihat sesuatu yang tidak pada tempatnya lalu membuatnya menjadi semestinya. Melihat sesuatu yang kurang lalu ditambah, diadakan. Atau kebanyakan melihat sesuatu yang indah lalu merasa ingin juga menjadi indah seperti itu. Akan tetapi ia menyadari bahwa itu harus disisipi orisinalitas, sebuah identitas yang khas. Berlanjut ke step berikutnya: meniru. Proses imitate seperti berpegang pada prinsip tertentu, lalu mengubah hal itu menjadi lebih benar, menurut versinya. Atau mengubah hal itu menjadi lebih indah, menurut versinya. Dan kebanyakan langsung menerapkan hal itu karena sudah begitu pas dan indah. Tinggal satu ciri keunikan apakah yang ingin dipadupadankan, bagi yang belum mau berhenti pada level: meniru apa adanya. Entahlah apa saja cakupan proses peniruan ini. Mungkin jika mau dijabarkan bisa terbelah menjadi dua: Meniru dalam konsep dan Meniru d...
Comments
Post a Comment